Cari Jodoh Malang, Biro Jodoh Malang, kontak Jodoh Malang atau bisa juga PAKET WISATA KE PULAU TIDUNG MURAH 2017 LENGKAP jika anda ingin bisnis harus mampu pilih Jasa SEO bergaransi, semoga bermanfaat.
Home » , »

GEJALA-GEJALA GANGGUAN SKIZOFRENIA


GEJALA-GEJALA GANGGUAN SKIZOFRENIA


 Di bawah ini adalah gejala gangguan skizofrenia
1.  Delusi (waham)
Suatu keyakinan  yang kuat dalam menginterpretasikan sesuatu yang kadang berlawanan dengan kenyataan; pasien tidak dapat diyakinkan oleh orang lain bahwa keyakinannya salah, meskipun banyak bukti kuat yang dapat diajukan untuk membantah keyakinan pasien tersebut.. Misalnya : lampu trafik di jalan raya yang berwarna merah kuning hijau, dianggap sebagai suatu isyarat dari luar angkasa. Beberapa penderita schizophrenia berubah menjadi seorang paranoid. Mereka selalu merasa sedang diamat-amati, diintai, atau hendak diserang.
 Ada beberapa delusi atau waham, yaitu :
Ø      Grendeur (waham kebesaran)
Pasien yakin bahwa mereka adalah seseorang yang sangat luar biasa, misalnya seorang artis terkenal atau seorang nabi atau bahkan merasa dirinya Tuhan.
Ø      Guilt (waham rasa bersalah)
Panderita merasa bahwa mereka telah melakukan dosa yang sangat besar.
Ø      Ill Health (waham penyakit)
Penderita yakin bahwa mereka mengalami penyakit yang sangat serius.
Ø      Jelousy (waham cemburu)
Penderita yakin bahwa pasangan mereka telah berlaku tidak setia.
Ø      Passivity (waham pasif)
Penderita yakin bahwa mereka dikendalikan ataun dimanipulasi oleh berbagai kekuatan dari luar, misalnya oleh suatu pancaran sinyal radio makhluk mars.
Ø      Persecution (waham kejar)
Penderita merasa dikejar – kejar oleh pihak – pihak tertentu yang ingin mencelakainya.
Ø      Poverty (waham kemiskinan)
Penderita takut mereka mengalami kebangkrutan dimana pada kenyataannya tidak demikian.
Ø      Reference (waham rujukan)
Penderita merasa mereka dibicarakan oleh orang lain secara luas, misalnya menjadi pembicaraan masyarakat atau disiarkan di televisi.
2.  Halusinasi
Halusinasi adalah satu persepsi yang salah oleh panca indera tanpa adanya rangsang (stimulus) eksternal (Cook & Fontain, Essentials of Mental Health Nursing, 1987). Halusinasi selalu terjadi saat rangsangan terlalu kuat dan otak tidak mampu menginterpretasikan dan merespon pesan atau rangsangan yang datang. Penderita schizophrenia mungkin mendengar suara-suara atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada, atau mengalami suatu sensasi yang tidak biasa pada tubuhnya. Auditory hallucinations, gejala yang biasanya timbul, yaitu penderita merasakan ada suara dari dalam dirinya. Kadang suara itu dirasakan menyejukkan hati, memberi kedamaian, tapi kadang suara itu menyuruhnya melakukan sesuatu yang sangat berbahaya, seperti bunuh diri.
Klasifikasi Halusinasi.
Pada klien dengan gangguan jiwa ada beberapa jenis halusinasi dengan karakteristik tertentu, diantaranya :
            a. Halusinasi pendengaran : karakteristik ditandai dengan mendengar suara, teruatama suara – suara orang, biasanya klien mendengar suara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu.
            b. Halusinasi penglihatan : karakteristik dengan adanya stimulus penglihatan dalam bentuk pancaran cahaya, gambaran geometrik, gambar kartun dan / atau panorama yang luas dan kompleks. Penglihatan bisa menyenangkan atau menakutkan.
            c. Halusinasi penghidung : karakteristik ditandai dengan adanya bau busuk, amis dan bau yang menjijikkan seperti : darah, urine atau feses. Kadang – kadang terhidu bau harum. Biasanya berhubungan dengan stroke, tumor, kejang dan dementia.
            d. Halusinasi peraba : karakteristik ditandai dengan adanya rasa sakit atau tidak enak tanpa stimulus yang terlihat. Contoh : merasakan sensasi listrik datang dari tanah, benda mati atau orang lain.
            e. Halusinasi pengecap : karakteristik ditandai dengan merasakan sesuatu yang busuk, amis dan menjijikkan.
            f. Halusinasi sinestetik : karakteristik ditandai dengan merasakan fungsi tubuh seperti darah mengalir melalui vena atau arteri, makanan dicerna atau pembentukan urine.
Halusinasi pendengaran dan penglihatan merupakan bentuk yang paling sering dari gangguan persepsi pada penderita skizofrenia. Bentuk halusinasi ini berupa kata-kata yang tersusun dalam bentuk kalimat yang mempengaruhi tingkah laku klien, sehingga klien menghasilkan respon tertentu, seperti: bicara sendiri, bertengkar sendiri, atau respon lain yang membahayakan. Bisa juga klien bersikap mendengarkan penuh perhatian pada orang lain yang sedang tidak bicara atau benda mati.
                  *)  Halusinasi  dan  delusi, termasuk  dalam  simtom  yang  positif. 
3.   Disoganized speech (pembicaraan kacau)
Dalam pembicaraan yang kacau, terdapat asosiasi yang terlalu longgar. Asosiasi mental tidak diatur oleh logika, tetapi oleh aturan – aturan tertentu yang hanya dimiliki oleh penderita
4.   Disorganized behaviour (tingkah laku kacau)
Berbagai tingkah laku yang tidak terarah pada tujuan tertentu. Misalnya membuka baju di depan umum, berulang kali membuat tanda salib tanpa makna.
5.   Simtom – simtom negative
Penderita schizophrenia kehilangan motivasi dan apatis berarti kehilangan energi dan minat untuk  melakukan  berbagai hal (avolition). Karena penderita schizophrenia hanya memiliki energi yang sedikit, mereka tidak bisa melakukan hal-hal yang lain selain tidur dan makan. Perasaan yang tumpul membuat emosi penderita schizophrenia menjadi datar. Penderita schizophrenia tidak memiliki ekspresi baik dari raut muka maupun gerakan tangannya, seakan-akan dia tidak memiliki emosi apapun. Tapi ini tidak berarti bahwa penderita schizophrenia tidak bisa merasakan perasaan apapun. Mereka mungkin bisa menerima pemberian dan perhatian orang lain, tetapi tidak bisa mengekspresikan perasaan mereka.
Skizofrenia adalah salah satu bentuk gangguan psikosis yang menunjukkan berbagai gejala psikotik di atas, ditambah dengan kriteria lain seperti jangka waktu, konsekuensi dari gangguan tersebut dan tidak boleh tumpang tindih dengan gangguan lain yang mirip.
Hubungan Skhizoprenia dengan halusinasi
Gangguan persepsi yang utama pada skizoprenia adalah halusinasi, sehingga halusinasi menjadi bagian hidup klien. Biasanya dirangsang oleh kecemasan, halusinasi menghasilkan tingkah laku yang tertentu, gangguan harga diri, kritis diri, atau mengingkari rangsangan terhadap kenyataan.
Halusinasi pendengaran adalah paling utama pada skizoprenia, suara – suara biasanya berasal dari Tuhan, setan, tiruan atau relatif. Halusinasi ini menghasilkan tindakan/perilaku pada klien seperti yang telah diuraikan tersebut di atas (tingkat halusinasi, karakteristik dan perilaku yang dapat diamati).

Menurut Diagnostic and statistical manual of mental disorder IV text revision (DSM IV-TR), paling tidak terdapat enam kriteria diagnostik skizofrenia sebagai berikut :
1. Simtom – simptom khas.
    Dua atau lebih dari yang berikut ini, masing – masing muncul cukup jelas selama jangka waktu satu bulan 9atau kurang, bila ditangani dengan baik) :
- delusi
- halusinasi
- pembicaraan kacau
- tingkah laku kacau atau katatonik
- simtom – simtom negatif maupun positif
2.  Disfungsi sosial/okupasional
3.  Durasi è Simtom – simtom gangguan ini tetap ada untuk paling sedikit 6  bulan. Periode 6 bulan ini mencakup paling tidak 1 bulan dimana simtom – simtom muncul.
4.  Tidak termasuk gangguan Schizoaffective atau gangguan mood
5.  Tidak termasuk gangguan karena zat atau karena kondisi medis
6.  Hubungan dengan Pervasive Developmental Disorder èBila ada riwayat Autistic Disorder atau gangguan PDD lainnya, skizofrenia hanya dibuat bila ada halusinasi atau delusi yang menonjol selama paling tidak 1 bulan (atau kurang bila ditangani dengan baik)

Artikel yang berhubungan: