Cari Jodoh Malang, Biro Jodoh Malang, kontak Jodoh Malang atau bisa juga PAKET WISATA KE PULAU TIDUNG MURAH 2017 LENGKAP jika anda ingin bisnis harus mampu pilih Jasa SEO bergaransi, semoga bermanfaat.
Home » »

Tipe-tipe penyakit Skizofrenia


Tipe-tipe penyakit Skizofrenia

Ada  beberapa  macam  tipe  skizofrenia.  Masing-masing  tipe  memiliki  kelebihannya  sendiri  dalam  gejala  yang  diperlihatkan, yaitu  :
·                     Skizofrenia paranoid (curiga, bermusuhan, garang dsb) :
Ciri  utama : - waham yang  mencolok  atau  halusinasi  auditory  dalam  konteks terdapatnya fungsi  kognitif dan afek yang  relative  masih  terjaga.
  Wahamnya   bisanya adalah  waham  kejar,  waham  kebesaran atau  keduanya, tetapi waham dengan tema lain (misal :waham kecemburuan) mungkin juga muncul.
Ciri-ciri lainnya  meliputi : anxiety, kemarahan, menjaga  jarak dan suka beragumentasi.  Individu mungkin mempunyai tingkah laku superior dan mungkin mempunyai interaksi interpersonal yang formal, kaku  atau terlalu intens. Tema waham kejar bisa menjadi predisposisi bagi individu untuk bunuh diri, dan kombinasi antara waham kejar dengan waham kebesaran yang disertai kemarahan bisa menjadi predisposisi bagi tindakan  kekerasan.
Kriteria diagnostik untuk skizofrenia tipe paranoid
Suatu jenis skizofrenia yang memenuhi kriteria :
-          preokupasi  dengan 1 atau lebih  waham atau sering mengalami halusinasi auditorik
-          tidak ada ciri berikut yang mencolok :  - bicara kacau, motorik kacau atau katatonik, afek yang tidak sesuai atau datar.
·                     Skizofrenia katatonik (seperti patung, tidak mau makan, tidak mau minum, dsb)
Ciri utama pada skizofrenia tipe katatonik  adalah :
 gangguan  pada psikomotor  yang meliputi : ketidakbergerakan motorik ( motoric immobility), aktivitas motor yang berlebihan, negativism yang ekstrim, mutism (sama sekali tidak mau berbicara dan berkomunikasi), gerakan-gerakan yang tidak terkendali, echolalia (mengulang ucapan orang lain) atau echopraxia (mengikuti tingkah  laku  orang  lain). Motoric immobility  dapat  dimunculkan  berupa catalepsy ( waxy flexibility-tubuh  menjadi  sangat fleksibel untuk digerakan atau didisposisikan dengan berbagai cara, sekalipun untuk orang biasa, posisi tersebut akan sangat tidak nyaman).
Kriteria diagnostik skizofrenia tipe katatonik
Sejenis skizofrenia dimana gambaran klinis didominasi oleh paling tidak 2 dari yang berikut ini :
-          motoric immobility (ketidak bergerakan motorik) sebagaimana terbukti  dengan  adanya  catalepsy (termasuk waxy flexibility)  atau  stupor (gemetar).
-          Aktivitas motor yang berlebihan (yang tidak bertujuan dan tidak dipengaruhi oleh stimuli eksternal.
-          Negativism yang ekstrim (tanpa motivasi yang jelas, bersikap sangat menolak pada segala instruksi atau mempertahankan postur yang kaku untuk menolak dipindahkan) atau mutism (sama sekali diam).
-          Gerakan-gerakan yang khas dan tidak terkendali.
-          Echolalia (menirukan kata-kata orang lain) atau echopraxia (menirukan tingkah laku orang lain).
·                     Skizofrenia Dizorganized
Ciri utamanya adalah pembicaraan kacau, tingkah laku kacau, dan afek yang datar atau inappropriate. Pembicaraan yang kacau dapat disertai kekonyolan dan tertawa yang tidak berkaitan dengan pembicaraan. Disorganisasi tingkah laku (misalnya; kurangnya orientasi pada tujuan) dapat membawa pada gangguan yang serius dalam kehidupan sehari-hari.
Kriteria diagnostik skizofrenia dizorganized
Sejenis skizofrenia dimana kriteria berikut terpenuhi:
-          semua gejala berikut cukup menonjol:
·         pembicaraan kacau
·         tingkah laku kacau.
·         Afek datar atau inappropriate
-          tidak memenuhi kriteria untuk tipe katatonik.
·                     Skizofrenia undifferentiated
·                     Skizofrenia Residual 
Diagnosa skizofrenia ini diberikan bila paling tidak satu kali episode skizofrenia dan memiliki gambaran klinis tanpa simtom positif yang menonjol. Terdapat bukti bahwa gangguan ditandai oleh adanya simtom negatif atau simtom positif yang lebih halus.
Kriteria diagnostik untuk skizofrenia Residual:
-          Tidak ada yang menonjol dalam hal delusi, halusinasi, pembicaraan kacau, tingkah laku kacau atau tingkah laku katatonik.
-          Terdapat bukti keberlanjutan gangguan ini, ditandai oleh adanya simtom – simtom negatif dalam bentuk yang lebih ringan.
Sejenis skizofrenia dimana gejala-gejala yang muncul sulit untuk digolongkan pada tipe skizofrenia tertentu.
·                     Skizofrenia hebefrenik (seperti anak kecil, merengek-rengek, minta-minta, dsb)
·                     Skizofrenia simplek (seperti gelandangan, jalan terus, kluyuran)
·                     Skizofrenia Latent (autustik, seperti gembel) 





Artikel yang berhubungan: