Cari Jodoh Malang, Biro Jodoh Malang, kontak Jodoh Malang atau bisa juga PAKET WISATA KE PULAU TIDUNG MURAH 2017 LENGKAP jika anda ingin bisnis harus mampu pilih Jasa SEO bergaransi, semoga bermanfaat.
Home » »

PENYEBAB DELIRIUM


PENYEBAB DELIRIUM


·         Penyebab Delirium adalah:
-        Medis (gangguan pada metabolisme dan karena penyakit)
-        Pemaparan terhadap zat beracun
-        Gangguan Struktural
-        Zat-zat kimia (termasuk penghentian tiba-tiba penggunaan zat-zat psikoaktif)
-        Operasi

v      Kondisi Medis (Gangguan pada metabolisme)
Gangguan pada metabolisme dapat menyebabkan delirium. Gangguan pada metabolisme ini dapat berupa, hypothiroidism, hyperthiroidism, hypokalemia, anoxia, hipoglikemia (kadar gula rendah), ketidakseimbangan cairan atau elektrolit, dll.
Hypothiroidism (kelenjar gondok mengurangi hormonn thyroid) membawa perubahan pada kesediaan merespon secara emosional yang mirip dengan gejala depresi. Sumber lain yang dapat menyebabkan delirium meliputi disfungsi pada pituitary gland (kelenjar di bawah otak), pankreas, kelenjar adrenalin, dan kelenjar parathyroid. Jika ketidakseimbangan metabolisme tidak disadari, otak dapat mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.
v      Kondisi Medis (penyakit)
o        peradangan sistem urine
o        pneumonia atau radang paru-paru
o        demam dari peradangan paru-paru oleh virus
o        penyakit liver
o        penyakit ginjal
o        penyakit paru-paru
o        gangguan pada sistem kardiovaskular
o        peradangan pada otak (luka pada otak)
o        kekurangan thiamine (vitamin B1)
o        kerusakan sistem saraf pusat akibat penyakit Parkinson, Alzheimer, enseflitas virus (suatu jenis infeksi otak)
o        gangguan serangan kejang (epilepsi)
v      Pemaparan terhadap zat beracun (racun / toksin)
Penyebab delirium yang paling sering ditemui adalah overmedication (terlalu banyak mendapat pengobatan). Penggunaan tricyclic, antidepressant, dan antiparkinsonian dapat menyebabkan munculnya keracunan anticholinergic dan delirium tahap berikutnya. Selain itu, obat-obatan yang juga dapat menyebabkan delirium antara lain:
-        anticonvulsants, digunakan untuk pengobatan epilepsi
-        antihypertensive, digunakan untuk pengobatan hipertensi
-        cardiac glycosides, seperti Dioxin, digunakan untuk pengobatan gagal jantung
-        cimetidine, digunakan untuk mengurangi produksi stomach aciddisulfiram, yang digunakan untuk pengobatan peminum alkohol
-        insulin, digunakan untuk pengobatan diabetes
-        opiates, digunakan untuk pengobatan terhadap rasa sakit
-        phencyclidine (PCP), biasanya digunakan sebagai anestesi, tapi kemudian dilarang beredar di pasaran sehingga sekarang hanya diproduksi dan digunakan secara ilegal
-        salicylates, biasanya ditemukan pada aspirin
-        steroids, kadang digunakan untuk mencegah pemborosan otot pada pasien yang terbaring di tempat tidur atau pada pasien yang tidak dapat bergerak
Memakan jamur tertentu yang beracun juga dapat menyebabkan delirium.
v      Gangguan Struktural
Beberapa gangguan struktural yang menjadi penyebab delirium meliputi halangan pada pembuluh darah, subdural hematoma, tumor otak. Ketiga penyebab tersebut, yang mana saja, dapat menyebabkan kerusakan pada otak melalui kehilangan oksigen atau kerusakan secara langsung dapat menyebabkan delirium. Beberapa pasien mengalami delirium setelah menjalani operasi yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti, efek dari anestesi, infeksi atau peradangan, atau ketidakseimbangan metabolisme.

v      Zat Kimia (termasuk penghentian tiba-tiba penggunaan zat-zat psikoaktif)
Beberapa zat kimia lain yang dapat menyebabkan delirium, seperti karbon monoksida, timah, mercury, atau zat-zat kimia industri lainnya. Sebagaimana penggunaan obat-obatan tertentu dapat menyebabkan delirium pada beberapa pasien, penurunan atau sifat penarikan diri pada obat juga dapat menyebabkan delirium. Alkohol adalah yang paling sering digunakan serta paling sering ditemui untuk jenis obat-obatan dengan gejala penarikan diri yang dapat mencakup delirium. Serangan delirium pada pengguna alkohol yang kronis, yang berjuang untuk menahan keinginan minumnya dapat dimulai dengan penghentian minum dalam waktu tiga hari. Delirium tremens digunakan untuk mendeskripsikan bentuk delirium ini. Gejala yang ditemukan pada jenis delirium ini sama dengan jenis delirium yang lainnya, tapi pada delirium tremens terjadi halusinasi pendengaran yang dapat diikuti dengan keadaan sekarat (15%).

Artikel yang berhubungan: