Cari Jodoh Malang, Biro Jodoh Malang, kontak Jodoh Malang atau bisa juga PAKET WISATA KE PULAU TIDUNG MURAH 2017 LENGKAP jika anda ingin bisnis harus mampu pilih Jasa SEO bergaransi, semoga bermanfaat.
Home » »

Pengertian e-Business


Pengertian e-Business

Menurut Kalakota ( 2000, p34 ), e-Business merupakan suatu definisi yang lebih luas dari e-Commerce, tidak hanya menjual atau membeli tetapi juga melayani pelanggan dan berkolaborasi dengan para mitra bisnis di dalam rantai suply agar dapat meningkatkan customer value.
Menurut Carter (2002, p3), e-business adalah melakukan segala tipe bisnis (antara sebuah organisasi dengan konsumennya) melalui Internet. Selain itu e-business juga dapat didefinisikan sebagai penggunaan teknologi Internet untuk meningkatkan dan merubah proses bisnis kunci.

E-business juga dapat diartikan sebagai kombinasi kompleks dari proses bisnis, aplikasi perusahaan, dan struktur organisasi yang diperlukan untuk meningkatkan dan merubah proses kunci bisnis (Chaudhury, 2002, p31).

      Menurut Chaffey (2002, p8), e-business diartikan sebagai semua pertukaran informasi melalui media elektronik baik di dalam suatu organisasi maupun dengan pemegang saham eksternal yang mendukung cakupan dari proses bisnis. Chaffey (2002, p8) juga menggambarkan e-commerce sebagai bagian dari e-business karena              e-commercee-business. tidak mengacu pada kebanyakan transaksi dalam suatu bisnis seperti memproses permintaan pembelian yang merupakan bagian dari



Istilah e-business berkaitan erat dengan e-commerce, bagi sebagian kalangan, istilah e-commerce diartikan secara sempit sebagai transaksi jual beli produk, jasa, dan informasi antar mitra bisnis melalui jaringan komputer, termasuk internet. Sedangkan         e-business mengacu pada lingkup yang lebih luas dan mencakup pula layanan pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis, dan transaksi elektronik internal dalam sebuah organisasi.
e-business merupakan pengertian yang lebih luas dari e-commerce tidak hanya menjual dan membeli barang dan pelayanan saja melainkan mencakup semua hal transkasi yang ada  dalam melalui jaringan komputer.
Secara simplistik, bila seseorang membuat website dan melayani pesanan produk melalui internet , maka orang tersebut sudah menjadi pemasar global yang menjalani         e-business.
Beberapa kalangan akademis pun sepakat mendefinisikan e-business sebagai salah satu cara memperbaiki kinerja dan mekanisme pertukaran barang, jasa, informasi, dan pengetahuan dengan memafaatkan teknologi berbasis jaringan peralatan digital.
Klasifikasi EC berdasarkan transaksi alami :
Business to Business ( B2B), Business to Consumer (B2C),
Business to Business to Consumer (B2B2C),
Consumer to Business (C2B), Consumer to Consumer (C2C),
Mobile Commerce, Location Commerce,
Introbusiness EC, Business to Employer (B2E),
Collaborative Commerce (C-Commerce), E-Goverment = Government to citizen (G2C), Exchange electronic, Exchange to Exchange ( E2E).

Terlepas dari berbagai jenis yang ditawarkan dan dipergunakan oleh berbagai kalangan, terdapat kesamaan dari masing-masing definisi tersebut. Kesamaan tersebut memperlihatkan bahwa e-business memiliki karakter sebagai berikut :
1.       Terjadi transaksi antara 2 belah pihak .
2.       Adanya periklanan barang, jasa dan, informasi
3.       Internet merupakan media utama dalam proses / mekanisme perdagangan
                  tersebut.

Menurut Turban ( 2000 ), menjelaskan alasan-alasan perusahaan melakukan               e-Business yaitu :
1)      Kepuasan Pelanggan
                          Dengan berkembangnya teknologi, dan integrasi aplikasi-aplikasi yang
                  menyebabkan pelayanan menjadi kunci utama, terutama dalam hal e-Commerce
                  sehingga kepuasan pelanggan menjadi faktor utama bagi setiap perusahaan
                  yang harus dicapai agar pelanggan terus loyal kepada perusahaan.
      Apabila perusahaan tidak memperbaharui hubungannya dengan pelanggan,
maka perusahaan itu dapat ditinggalkan oleh pelanggannya atau perusahaan harus ikut berubah mengikuti tren teknologi yang ada.

2)      Kondisi Persaingan
      Dengan perkembangan teknologi, terjadi juga perubahan teknologi dalam persaingan yang dihadapi perusahaan. Manajer dituntut untuk membuat suatu aplikasi yang dapat digunakan dan meningkatkan nilai produk dan jasa yang ditawarkan perusahaan. Karena perusahaan lain akan terus menerus meningkatkan kualitas dan kinerja perusahaannya, sehingga apabila perusahaan tidak juga meningkatkan daya saingnya akan kalah dalam kompetisi dalam industri tersebut.

3)      Pesaing Baru Yang Berkembang Pesat
Perusahaan-perusahaan yang sudah mapan tetap harus berhati-hati dan serius dalam persaingan dengan pesaing baru, karena pesaing-pesaing baru menawarkan sesuatu yang benar-benar baru dan berbeda, dan mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan yang ditawarkan perusahaan.
      Dengan adanya teknologi informasi, maka pendatang baru akan berusaha mencari inovasi-inovasi baru sehingga mereka dapat langsung masuk ke dalam persaingan industri.

Artikel yang berhubungan: