Menurut Kalakota
( 2000, p34 ), e-Business
merupakan suatu definisi yang lebih luas dari e-Commerce, tidak hanya
menjual atau membeli tetapi juga melayani pelanggan dan berkolaborasi dengan
para mitra bisnis di dalam rantai suply
agar dapat meningkatkan customer value.
Menurut Carter
(2002, p3), e-business adalah melakukan segala tipe bisnis (antara
sebuah organisasi dengan konsumennya) melalui Internet. Selain itu e-business
juga dapat didefinisikan sebagai penggunaan teknologi Internet untuk
meningkatkan dan merubah proses bisnis kunci.
E-business
juga dapat diartikan sebagai kombinasi kompleks dari proses bisnis, aplikasi
perusahaan, dan struktur organisasi yang diperlukan untuk meningkatkan dan
merubah proses kunci bisnis (Chaudhury, 2002, p31).
Menurut
Chaffey (2002, p8), e-business diartikan sebagai semua pertukaran
informasi melalui media elektronik baik di dalam suatu organisasi maupun dengan
pemegang saham eksternal yang mendukung cakupan dari proses bisnis. Chaffey
(2002, p8) juga menggambarkan e-commerce sebagai bagian dari e-business
karena e-commercee-business.
tidak mengacu pada kebanyakan transaksi dalam suatu bisnis seperti memproses
permintaan pembelian yang merupakan bagian dari
Istilah e-business
berkaitan erat dengan e-commerce,
bagi sebagian kalangan, istilah e-commerce
diartikan secara sempit sebagai transaksi jual beli produk, jasa, dan informasi
antar mitra bisnis melalui jaringan komputer, termasuk internet. Sedangkan e-business
mengacu pada lingkup yang lebih luas dan mencakup pula layanan pelanggan,
kolaborasi dengan mitra bisnis, dan transaksi elektronik internal dalam sebuah
organisasi.
e-business
merupakan pengertian yang lebih luas dari e-commerce
tidak hanya menjual dan membeli barang dan pelayanan saja melainkan mencakup
semua hal transkasi yang ada dalam melalui
jaringan komputer.
Secara simplistik, bila seseorang membuat website dan melayani pesanan produk
melalui internet , maka orang tersebut sudah menjadi pemasar global yang
menjalani e-business.
Beberapa kalangan akademis pun sepakat
mendefinisikan e-business sebagai
salah satu cara memperbaiki kinerja dan mekanisme pertukaran barang, jasa,
informasi, dan pengetahuan dengan memafaatkan teknologi berbasis jaringan
peralatan digital.
Klasifikasi EC berdasarkan transaksi alami :
Business
to Business ( B2B), Business to Consumer (B2C),
Business
to Business to Consumer (B2B2C),
Consumer
to Business (C2B), Consumer to Consumer (C2C),
Mobile
Commerce, Location Commerce,
Introbusiness
EC, Business to Employer (B2E),
Collaborative
Commerce (C-Commerce), E-Goverment = Government to citizen (G2C), Exchange
electronic, Exchange to Exchange ( E2E).
Terlepas dari
berbagai jenis yang ditawarkan dan dipergunakan oleh berbagai kalangan,
terdapat kesamaan dari masing-masing definisi tersebut. Kesamaan tersebut
memperlihatkan bahwa e-business
memiliki karakter sebagai berikut :
1. Terjadi transaksi antara 2 belah pihak .
2. Adanya periklanan barang, jasa dan, informasi
3.
Internet
merupakan media utama dalam proses / mekanisme perdagangan
tersebut.
Menurut Turban ( 2000 ), menjelaskan
alasan-alasan perusahaan melakukan e-Business yaitu :
1) Kepuasan Pelanggan
Dengan
berkembangnya teknologi, dan integrasi aplikasi-aplikasi yang
menyebabkan
pelayanan menjadi kunci utama, terutama dalam hal e-Commerce
sehingga kepuasan pelanggan menjadi
faktor utama bagi setiap perusahaan
yang harus
dicapai agar pelanggan terus loyal kepada perusahaan.
Apabila perusahaan tidak memperbaharui
hubungannya dengan pelanggan,
maka perusahaan itu dapat
ditinggalkan oleh pelanggannya atau perusahaan harus ikut berubah mengikuti
tren teknologi yang ada.
2) Kondisi Persaingan
Dengan perkembangan teknologi, terjadi juga perubahan teknologi
dalam persaingan yang dihadapi perusahaan. Manajer dituntut untuk membuat suatu
aplikasi yang dapat digunakan dan meningkatkan nilai produk dan jasa yang
ditawarkan perusahaan. Karena perusahaan lain akan terus menerus meningkatkan
kualitas dan kinerja perusahaannya, sehingga apabila perusahaan tidak juga
meningkatkan daya saingnya akan kalah dalam kompetisi dalam industri tersebut.
3) Pesaing Baru Yang Berkembang Pesat
Perusahaan-perusahaan
yang sudah mapan tetap harus berhati-hati dan serius dalam persaingan dengan
pesaing baru, karena pesaing-pesaing baru menawarkan sesuatu yang benar-benar
baru dan berbeda, dan mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan yang
ditawarkan perusahaan.
Dengan adanya teknologi informasi, maka pendatang baru akan
berusaha mencari inovasi-inovasi baru sehingga mereka dapat langsung masuk ke
dalam persaingan industri.
Artikel yang berhubungan:
BLOGGING TIPS TRIK
- Matriks Evaluasi Faktor Interal (Internal Factor Evaluation / IFE)
- Implementasi e-procurement
- Istilah istilah dalam dunia internet
- Arti dan Teori umum Tentang Konsep manajemen
- Kriteria Website yang bagus ( baik ) ADALAH
- Pengertian Intranet, Internet, dan Ekstranet adalah
- Pengertian e-commerce ADALAH
- Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (External Factors Evaluation / EFE)
- Beberapa Manfaat E-procurement