Cari Jodoh Malang, Biro Jodoh Malang, kontak Jodoh Malang atau bisa juga PAKET WISATA KE PULAU TIDUNG MURAH 2017 LENGKAP jika anda ingin bisnis harus mampu pilih Jasa SEO bergaransi, semoga bermanfaat.
Home » »

Demensia ( SEMUA TENTANG DIMENSIA )


Demensia ( SEMUA TENTANG DIMENSIA )


·         Demensia (dementia) meliputi deteriorasi mendalam pada fungsi mental yang ditandai oleh
masalah yang berat pada ingatan dan satu atau lebih defisit kognitif (APA, 2000).
Defisit atau penurunan kognitif pada demensia (Diadaptasi dari DSM-IV-TR, APA 2000):
o        Afasia à hendaya dalam kemampuan memahami dan / atau berbicara
o        Apraksia à hendaya dalam kemampuan menampilkan gerakan yang bertujuan walaupun tiada gangguan pada fungsi motorik
o        Agnosia à Ketidakmampuan untuk mengenali objek meskipun sistem sensoris tetap baik
o        Gangguan dalam fungsi eksekutif à penurunan kemampuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, atau merangkai aktivitas, atau untuk berpikir secara abstrak
·         Menurut PPDGJ, demensia merupakan suatu sindrom akibat penyakit atau gangguan otak yang biasanya bersifat kronik-progresif, dimana terdapat gangguan fungsi luhur kortikal yang multiple (multiple higher cortical function), termasuk di dalamnya: daya ingat, daya pikir, orientasi, daya tangkap, berhitung, kemampuan belajar, berbahasa, dan daya nilai (judgement).
·         Gejala Demensia:
-        adanya penurunan kemampuan daya ingat dan daya pikir yang sampai mengganggu kegiatan harian seseorang
-        tidak ada gangguan kesadaran (clear consciousness)
-        gejala dan disabilitas sudah nyata untuk paling sedikit 6 bulan
·         Jenis Demensia
A.     Demensia pada penyakit Alzheimer (Alzheimer’s Disease atau AD) dengan kriteria:
o        Onset bertahap (insidius onset) dengan deteriorasi lambat
o        Tidak ada bukti klinis atau temuan dari pemeriksaan khusus yang menyatakan kondisi mental itu dapat disebabkan oleh penyakit otak atau sistemik lain yang dapat menimbulkan demensia
o        Tidak adanya serangan apopkletik mendadak atau gejala neurologik kerusakan otak fokal, hilangnya daya sensorik, defek lapangan pandang mata, dan inkoordinasi yang terjadi dalam masa dini dari gangguan itu
B.     Demensia Vaskular
o        Terdapat gejala demensia
o        Hendaya fungsi kognitif biasanya tidak merata. Daya tilik diri dan daya nilai secara relatif tetap baik
o        Suatu onset yang mendadak atau deteorasi yang bertahap, disertai adanya gejala neurologis fokal, meningkatkan kemungkinan diagnostik
o        Demensia Vaskular dibagi menjadi (PPDGJ-III):
1.      Demensia Vaskular onset akut
Biasanya terjadi secara cepat sesudah serangkaian “stroke” akibat trombosis cerebrovascular, embolisme, atau pendarahan.
2.      Demensia Multi-Infark
Onsetnya lebih lambat, biasanya setelah serangkaian episode iskemik minor yang menimbulkan akumulasi dari infark pada parenkim otak.
3.      Demensia Vaskular Subkortikal
Fokus kerusakan akibat iskemia pada substansia alba di hemisfer cerebral (mirip dengan demensia akibat Alzehimer).
4.      Demensia Vaskular Campuran Kortikal dan Subkortikal
Komponen kortikal dan subkortikal dapat diduga dari gambaran klinis, hasil pemeriksaan (autopsi), atau keduanya.
5.      Demensia Vaskular lainnya
6.      Demensia Vaskular YTT
C.     Demensia pada penyakit Pick
o        Adanya gejala demensia yang progresif
o        Gambaran neuropatologis berupa atropi selektif dari lobus yang mennjol
o        Manifestas gangguan perilaku pada umumnya mendahului daya ingat
D.     Demensia pada penyakit Creutzfeldtz-Jakob
o        Demensia yang progresif merusak
o        Penyakit piramidal dan ekstramidal dengan mionukleus
o        Elektroensefalongram yang khas (trifasik)
E.     Demensia pada penyakit Huntington
o        Ada kaitan antara gangguan gerakan koreiform, demensia, dan riwayat keluarga dengan penyakit Huntington
o        Gerakan koreiform yang involunteer, terutama pada wajah, tangan, dan bahu, atau cara berjalan yang khas
o        Gejala demensia ditandai dengan gangguan fungsi lobus frontalis pada tahap dini, dengan daya ingat relatif terpelihara sampai seterusnya
F.      Demensia pada penyakit Parkinson
o        Demensia yang berkembang pada penderita Parkinson
G.    Demensia pada penyakit HIV
o        Demensia yang berkembang pada penderita HIV
o        Tidak ditemukan infeksi lain selain HIV tersebut
H.     Demensia pada penyakit lain YDT YDK
o        Demensia terjadi sebagai manifestasi atau konsekuensi beberapa macam kondisi somatik dan cerebral lainnya
I.        Demensia YTT
Digunakan apabila kriteria umum untuk diagnosis demensia terpenuhi, tetapi tidak dapat diidentifikasi pada satu tipe khusus tertentu

Artikel yang berhubungan: