Cari Jodoh Malang, Biro Jodoh Malang, kontak Jodoh Malang atau bisa juga PAKET WISATA KE PULAU TIDUNG MURAH 2017 LENGKAP jika anda ingin bisnis harus mampu pilih Jasa SEO bergaransi, semoga bermanfaat.
Home » »

Teori Psikoanalisis Mengenai Gangguan Konversi


Teori Psikoanalisis Mengenai Gangguan Konversi


            Gangguan konversi memberikan kesempatan besar bagi Freud untuk menggali konsep ketidaksadaran dan mengembangkan sebagian besar konsep utama psikoanalisis.
            Dalam Studies in Hysteria, Breuer dan Freud berpendapat bahwa gangguan konversi terjadi ketika seseorang mengalami suatu kejadian yang menciptakan ketegangan emosi yang sangat besar, namun afeknya tidak diekspresikan dan ingatan tentang kejadian tersebut dipisahkan dari pengalaman kesadaran. Simtom-simtom konversi spesifik dianggap berkaitan secara kausal dengan kejadian traumatik yang mengawalinya.
            Dalam berbagai tulisan selanjutnya Freud menyajikan hipotesis bahwa gangguan konversi pada perempuan berakar pada kompleks Electra di masa awal yang tidak terselesaikan. Anak perempuan secara seksual menjadi lekat dengan ayahnya, dan jika orang tuanya merespons perasaan tersebut dengan keras dan ketidaksetujuan, impuls-impuls awal tersebut ditekan. Akibatnya adalah preukopasi pada seks dan pada saat yang sama menghindarinya. Pada periode lanjut dalam kehidupan orang yang bersangkutan, kepuasan seksual atau beberapa peristiwa kebetulan membangkitkan impuls-impuls yang ditekan tersebut dan menyebabkan kecemasan. Kecemasan kemudian diubah atau dikonversikan menjadi simtom-simtom fisik. Dengan demikian, keuntungan primer gangguan konversi adalah penghindaran dari konflik Electra yang tidak terselesaikan dan dari impuls-impuls id yang sebelumnya ditekan. Freud mengungkapkan bahwa bisa saja juga terdapat keuntungan sekunder atau penguatan dari simtom-simtom tersebut; simtom-simtom itu dapat membuat pasien menghindar atau lari dari situasi kehidupan saat ini yang tidak menyenangkan atau untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.
            Interpretasi psikodinamika yang lebih kontemporer terhadap satu bentuk gangguan konversi, kebutaan histerikal, dilandasi oleh studi ekserimental mengenai orang-orang yang mengalami kebutaan histerikal yang perilakunya pada tes visual menunjukkan bahwa mereka dipengaruhi oleh stimuli tersebut walaupun secara eksplisit mereka mengingkari bahwa mereka melihat stimuli tersebut.

Artikel yang berhubungan: