Cari Jodoh Malang, Biro Jodoh Malang, kontak Jodoh Malang atau bisa juga PAKET WISATA KE PULAU TIDUNG MURAH 2017 LENGKAP jika anda ingin bisnis harus mampu pilih Jasa SEO bergaransi, semoga bermanfaat.
Home » »

Conversion Disorder (Gangguan Konversi)


Conversion Disorder (Gangguan Konversi)


Gangguan dengan karakteristik munculnya satu atau beberapa simtom neurologis yang tidak dapat dijelaskan dengan penjelasan medis maupun neurologis yang ada. Pada gangguan ini faktor psikologis berkaitan erat dengan awal dan keparahan gangguan. Kriteria DSM-IV-TR untuk Gangguan Konversi :
  • Satu simtom atau lebih yang mempengaruhi fungsi motorik dan sensori serta mengindikasikan kondisi neurologis atau medis
  • Simtom mempunyai kaitan dengan konflik atau stress
  • Simtom tidak terjadi dengan disengaja dan tidak dapat dijelaskan secara medis
Dalam gangguan konversi, simtom-simtom sensori atau motorik, seperti kehilangan penglihatan secara mendadak atau kelumpuhan, mengindikasikan suatu penyakit yang terkait dengan kerusakan neurologis atau sejenisnya, walaupun organ-organ tubuh dan sistem saraf dalam kondisi baik. Individu dapat mengalami kelumpuhan separuh atau seluruhnya pada lengan atau kaki; kejang dan gangguan koordinasi; kulit terasa tertusuk, perih atau menggeletar; insensitivitas terhadap rasa sakit; hilang atau lemahnya pengindraan,yang disebut anesthesia, walaupun secara fisiologis mereka normal. Penglihatan dapat mengalami kerusakan parah; orang yang bersangkutan dapat separuh atau sepenuhnya buta (tunnel vision), dimana bidang penglihatan menjadi terbatas seperti bila seseorang melihat melalui lobang pipa. Aphonia, hilangnya suara dan hanya bisa berbicara dengan berbisik, dan anosmia, hilang atau melemahnya indra penciuman, atau simtom-simtom konversi lain.
Sifat psikologis dari simtom-simtom konversi juga tercermin dalam fakta munculnya simtom-simtom tersebut secara mendadak dalam berbagai situasi penuh stress, yang seringkali memungkinkan individu menghindari beberapa aktivitas atau tanggung jawab atau mendapatkan perhatian yang sangat diinginkan. Istilah konversi bermula dari Freud, yang berpendapat bahwa energi insting yang ditekan dialihkan ke dalam saluran sensori-motorik dan mengganggu fungsi normal. Dengan demikian, kecemasan dan konflik psikologis diyakini diubah menjadi simtom-simtom fisik. Beberapa orang yang menderita gangguan konversi dapat terlihat puas, bahkan tenang, dan terutama tidak ingin sembuh dari simtom-simtom yang mereka alami, juga tidak mengaitkan simtom-simtom tersebut dengan situasi apapun yang penuh stress yang mereka alami.
Simtom-simtom konversi biasanya berkembang pada masa remaja atau dewasa awal, umumnya setelah terjadinya suatu stress kehidupan. Suatu episode dapat berakhir secara mendadak, namun cepat atau lambat gangguan tersebut kemungkinan akan kembali, baik dalam bentuk awalnya atau dalam suatu simtom yang memiliki sifat dan tempat yang berbeda. Gangguan konversi juga sering kali komorbid dengan berbagai diagnosis lain pada Aksis I, contohnya, depresi dan penyalahgunaan zat, dan dengan gangguan kepribadian, terutama gangguan kepribadian ambang dan histrionik

Artikel yang berhubungan: