Cari Jodoh Malang, Biro Jodoh Malang, kontak Jodoh Malang atau bisa juga PAKET WISATA KE PULAU TIDUNG MURAH 2017 LENGKAP jika anda ingin bisnis harus mampu pilih Jasa SEO bergaransi, semoga bermanfaat.
Home » »

Implementasi e-procurement


Implementasi e-procurement

Menurut Indrajit ( 2003 , p152 ), implementasi e-procurement adalah :

1. Mendisain ualang suatu proses pemebelian dari cara konvensional menjadi  
    elektonik
2. Merubah budaya kerja ( change management ) akibat adanya penerapan
    e-procurement berbasis teknologi informasi terutama kaitannya dengan  
    menjalin kemitraan strategis dengan pembeli
3. Tersedianya perangkat teknologi informasi seperti komputer, aplikasi komputer,  
  dan data base.

Menurut Turban (2004, p235), implementasi e-procurement yang dilakukan perusahaan:
1.       Menyesuaikan e-procurement dengan strategi e-commerce.
2.       Mengkaji ulang dan merubah proses e-procurement itu sendiri. E-procurement dapat mempengaruhi berapa banyak agen pembelian di perusahaan, lokasi, dan bagaimana pembelian disetujui.
3.       Menyediakan tempat pertemuan antara e-procurement dengan sistem informasi perusahaan yang terintegrasi seperi ERP atau SCM (supply chain management)
4.       Mengkoordinasi sistem informasi pembeli dan penjual.
5.       Mengkonsolidasikan sejumlah supplier yang biasa menjadi minimum dan memastikan integrasi dengan sistem informasi mereka, dan jika mungkin, dengan proses bisnisnya.



Menurut Carter (2002, p46) pengguna utama dari on-line procurement                  (e-procurement) adalah:
-       Pengguna eksternal, yang terdiri atas:
§ Supplier / pemasok, yaitu orang yang menjual produk dan atau layanan di luar organisasi dan orang yang mungkin mendukung produk atau layanan tersebut, terdiri dari:
¨     Supplier saat ini
¨     Supplier potensial
-       Pengguna internal, yang terdiri atas:
§ Penyedia produk, yaitu orang yang membantu memperoleh produk dan atau layanan dari luar organisasi
§ Manajer, yaitu orang yang departemennya membutuhkan produk dan atau jasa tersebut dan orang yang mempunyai anggaran untuk memperoleh produk dan jasa itu.
§ Pekerja, yaitu orang yang akan menggunakan produk dan atau jasa tersebut.
§ Akuntan, yaitu orang yang menyediakan layanan akuntansi untuk               e-procurement tersebut.

Menurut Carter (2002, p47), tugas utama dari e-procurement meliputi:
1.       Mengidentifikasi kebutuhan produk dan atau jasa.
2.       Mencocokkan kebutuhan menurut anggaran yang ada.
3.       Memilih produk dan atau jasa yang bersaing.
4.       Memesan produk dan atau jasa.
5.       Menerima produk dan atau jasa.
6.       Membayar produk dan atau jasa tersebut.
7.       Memperoleh dukungan yang dibutuhkan.
8.       Menyediakan dukungan akuntasi tambahan untuk tugas-tugas tersebut.

Menurut Carter (2002, p47), pertimbangan khusus untuk e-procurement termasuk:
  §   Produk dan atau jasa perlu didapatkan secepat dan seefisien mungkin ketika produk dan atau jasa itu dibutuhkan.
  §   Sumber dari produk dan atau jasa tersebut tidak lebih penting dari kualitas, biaya, dan ketersediaan produk dan atau jasa tersebut bagi organisasi ketika dan di mana organisasi memnbutuhkan produk dan atau jasa itu.

Artikel yang berhubungan: