Cari Jodoh Malang, Biro Jodoh Malang, kontak Jodoh Malang atau bisa juga PAKET WISATA KE PULAU TIDUNG MURAH 2017 LENGKAP jika anda ingin bisnis harus mampu pilih Jasa SEO bergaransi, semoga bermanfaat.
Home » »

Perspektif Teori Tentang Gangguan Mood


Perspektif Teori Tentang Gangguan Mood

Teori Psikodinamika
Teori prespektif tentang gangguan mood ini meyakini bahwa depresi mewakili kemarahan yang diarahkan ke dalam diri sendiri dan bukan terhadap orang-orang yang dikasihi. Rasa marah dapat diarahkan pada self setelah mengalami kehilangan yang sebenarnya atau ancaman kehilangan dari orang-orang yang dianggap penting. Para teoritikus psikodinamika lebih berfokus pada hilangnya self esteem yang dapat muncul saat orang kehilangan teman atau anggota keluarga ataupun mengalami kemunduran atau kehilangan pekerjaan.

Teori Humanistik
Menurut kerangka humanistik,dengan  ( gangguan mood ) orang menjadi depresi saat mereka tidak dapat mengisi keberadaan mereka dengan makna dan tidak dapat membuat pilihan-pilihan uatentik yang menghasilkan self-fulfillment. Pencarian akan makna memberikan warna dan arti bagi kehidupan manusia. Perasaan bersalah dapat timbul saat orang percaya bahwa mereka tidak membangkitkan potensi-potensi mereka. Para tokoh teori humanistik memiliki fokus yang sama dengan teoritikus psikodinamik tetapi lebih menghubungkan identiras personal dan rasa self-worth seseorang dengan peran-peran sosialnya sebagai orang tua, pasangan, pelajar, atau pekerja.



Teori Belajar
Teoritikus belajar lebih memikirkan faktor-faktor situasional seperti kehilangan reinforcement positif. Peter Lewinsohn (1974) menyatakan bahwa depresi dihasilkan dari ketidakseimbangan antara output perilaku dan input reinforcement yang berasal dari lingkungan. Kurangnya reinforcement untuk usaha seseorang dapat menurunkan motivasi dan menyebabkan perasaan depresi.

Teori Kognitif ( gangguan mood )
Aaron Beck menghubungkan pengembangan depresi dengan adopsi dari cara berpikir yang bias atau terdistorsi secara negatif di awal kehidupan. Teori kognitif meyakini bahwa orang yang mengadopsi cara berpikir negatif memiliki resiko yang lebih besar untuk menjadi depresi bila dihadapkan pada pengalaman hidup yang menekan atau mngecewakan seperti mendapat nilai buruk tau kehilangan pekerjaan.

Artikel yang berhubungan: