Cari Jodoh Malang, Biro Jodoh Malang, kontak Jodoh Malang
Home » »

Pain Disorder | Gangguan Nyeri


Pain Disorder | Gangguan Nyeri

Pain Disorder,Gangguan NyeriKategori DSM-IV-TR mengenai gangguan somatoform Pain Disorder (Gangguan Nyeri) Pada gangguan ini faktor-faktor psikologis berperan secara signifikan dalam muncul dan menetapnya rasa nyeri. Pada gangguan nyeri seseorang mengalami rasa sakit atau nyeri pada satu tempat atau lebih dimana tidak dapat dijelaskan secara medis (non psikiatris) yang menyebabkan distress dan kerusakan signifikan. Simton ini menimbulkan stress emosional ataupun gangguan fungsional, dan gangguan ini dianggap memiliki hubungan sebab akibat dengan faktor psikologis. Keluhan yang dirasakan pasien berfluktuasi intensitasnya, dan sangat dipengaruhi oleh keadaan emosi, kognitif, atensi, dan situasi. Dengan kata lain, faktor psikologis mempengaruhi kemunculan, bertahannya, dan tingkat keparahan gangguan. Gangguan rasa nyeri yang dirasakan dapat memiliki keterkaitan temporal dengan semacam konflik atau stress, atau memungkinkan individu menghindari aktivitas yang tidak menyenangkan dan mendapatkan perhatian serta simpati yang tidak diperoleh jika individu dalam keadaan sehat. Pravalensi gangguan nyeri pada perempuan 2 kali lebih banyak dibandingkan laki-laki, dan puncaknya sekitar 40-50 tahun; mungkin pada usia tersebut toleransi terhadap rasa sakit sudah berkurang. Diagnosis gangguan ini antara lain: 1. Keluhan utama adalah nyerri berat, menyiksa, dan menetap yang tidak dapat dijelaskan sepenuhnya atas dasar proses fisiologik maupun adanya gangguan fisik. 2. Nyeri timul dalam hubungan dengan adanya konflik emosional atau problem psikososial yang cukup jelas untuk dapat dijadikan alasan dalam mempengaruhi terjadinya gangguan tersebut. 3. Dampaknya adalah meningkatnya perhatian dan dukungan, baik personal maupun medis, untuk yang bersangkutan. Diagnosis akurat sulit ditegakkan, namun beberapa perbedaan dapat dicapai, dengan cara bagaimana rasa nyeri tersebut digambarkan oleh pasien gangguan somatoform dibandingkan dengan gambaran yang diberikan oleh pasien yang rasa sakitnya jelas terkait dengan masalah fisik. Pasien yang rasa sakitnya dilandasi gangguan fisik dapat menunjukkan bagian yang sakit secara lebih spesifik, memberikan deskripsi sensori rasa sakitnya secara lebih rinci, dan mengaitkan rasa sakit tersebut secara lebih jelas dengan berbagai kondisi yang meningkatkan atau mengurangi rasa sakit.

Artikel yang berhubungan: